Skip to content

Mahasiswa Teknik Lingkungan UM Berau Gelar Studi Lapang Pengelolaan Sampah di TPAS Bujangga

Berau – Senin, 8 Desember 2025, Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Berau melaksanakan studi lapang pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Bujangga yang berlokasi di Jalan Sultan Agung. Kegiatan ini diikuti mahasiswa semester 1 dan semester 5 dengan pendampingan dosen Ir. Rabiatul Adawiyah, M.T. dan Lulu Alfatih Sohra, S.T., M.T.

Studi lapang dirancang untuk mengintegrasikan teori dengan praktik lapangan pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Ekologi (semester 1) dan Pengelolaan Sampah (semester 5). Mahasiswa diajak mengamati secara langsung alur pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan, karakteristik dan prediksi timbulan, prosedur penimbunan di zona landfill, hingga sistem pengelolaan air lindi di area TPAS. Melalui pengamatan ini, mahasiswa diharapkan memahami tantangan teknis dan operasional yang dihadapi pengelola fasilitas persampahan.

Dari hasil dialog dengan pengelola, diperoleh informasi bahwa timbulan sampah yang masuk ke TPAS Bujangga saat ini berkisar 8 ton per hari. Kapasitas lahan yang kian terbatas membuat TPAS Bujangga direncanakan akan berhenti beroperasi pada tahun 2026. Proses akhir sampah selanjutnya akan dipindahkan ke TPA baru yang berlokasi di Pegat Bukur sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah.

Pada saat kunjungan, mahasiswa juga menyaksikan adanya peninjauan teknis untuk rencana perbaikan instalasi pengolahan lindi (IPL) di TPAS Bujangga yang dinilai masih berada di bawah standar. Informasi ini menjadi bahan diskusi penting bagi mahasiswa untuk mengkaji kembali standar baku mutu, efektivitas teknologi IPL, serta kebutuhan peningkatan infrastruktur agar potensi pencemaran lingkungan dapat diminimalkan.

Dosen pendamping, Ir. Rabiatul Adawiyah, M.T., menekankan pentingnya perubahan perilaku minim sampah, tidak hanya bagi masyarakat umum tetapi juga bagi mahasiswa Teknik Lingkungan sendiri. Ia menyampaikan bahwa dengan timbulan sekitar 8 ton sampah per hari, penerapan prinsip reduce dan recycle menjadi sangat mendesak karena masih banyak jenis sampah yang memiliki nilai ekonomis dan selama ini dimanfaatkan oleh para pemulung di area TPAS.

Melalui pengalaman belajar langsung di TPAS Bujangga, mahasiswa diharapkan mampu merefleksikan kontribusi pribadi dalam menekan timbulan sampah, sekaligus mengembangkan gagasan inovatif untuk penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program Studi Teknik Lingkungan UM Berau berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran kontekstual yang relevan dengan isu lingkungan daerah, sehingga lulusan tidak hanya memahami konsep teknis pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.